Posted by ADS
| 23.01
Mencegah Otak Menyusut Dengan Berjalan Kaki (Penelitian Universitas Edinburgh) - Penelitian baru tentang pengecilan otak pada usia lanjut menunjukkan bahwa olahraga mungkin lebih bermanfaat dibandingkan kegiatan yang merangsang secara mental dan sosial. Tim peneliti Universitas Edinburgh, Skotlandia, Inggris, menyampaikan kesimpulan itu setelah melakukan penelitian terhadap 638 orang yang berusia 70-an tahun.

Mereka memindai otak peserta penelitian dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui perubahan struktural pada otak. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa mereka yang aktif secara fisik mengalami pengecilan otak lebih sedikit.

Selain menjaga bagian korteks otak besar, bagian dari pusat pikir, olahraga juga bisa membantu mengurangi kerusakan pada ganglia dasar. Para ilmuwan mengatakan, olahraga yang diperlukan tidak harus kegiatan yang berat, tetapi cukup berjalan kaki beberapa kali seminggu.

Menurut ilmuwan, dengan berolahraga, aliran darah ke otak meningkat sehingga pasok oksigen dan nutrisi tercukupi. Sebagai perbandingan, tim ilmuwan meneliti mereka yang melakukan latihan mental seperti mengerjakan teka-teki dan bermain catur. Hasil aktivitas tersebut minim. Hasil penelitian ilmuwan Universitas Edinburgh diterbitkan di jurnal Neurology.

Sumber :BBC Indonesia Editor : Asep Candra http://health.kompas.com/
Posted by ADS
| 22.58
Cara Mudah Mencegah Kanker, Berjalan Kaki - Olahraga merupakan kunci kesehatan fisik di samping pola tidur dan gizi seimbang. Hal ini berlaku bagi semua usia dan jenis kelamin, tanpa pandang bulu. Olahraga juga mendatangkan manfaat besar bagi pencegahan penyakit. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki misalnya terbukti membantu menjauhkan wanita dari ancaman kanker.  Penelitian menunjukkan, wanita usia lanjut yang rutin berjalan kaki berisiko lebih rendah menderita kanker payudara. Peluang mereka terkena kanker lebih kecil dibanding teman seumuran yang jarang berolahraga.

Ini merupakan hasil kajian para ahli dari American Cancer Society (ACS) yang melibatkan wanita pascamenopause dalam risetnya. Wanita pascamenopause yang rutin jalan kaki minimal 1 jam sehari berisiko 14 persen lebih rendah terkena kanker payudara dibanding yang tak rutin jalan kaki. Makin sering dan rutin jalan kaki dilakukan, risiko kanker semakin rendah.

"Sangat mengejutkan, ternyata tidak perlu menjadi pelari maraton untuk mengurangi risiko kanker payudara. Hanya jalan kaki 1 jam sehari berdampak sangat positif bagi penurunan risiko terkena kanker payudara," kata Alpa Petel, salah seorang peneliti.

Dalam riset yang dipublikasikan pada ACS's journal Cancer Epidemiology, Biomarkers, and Prevention ini, peneliti menggunakan data 74 ribu wanita berusia di antara 50 dan 74 tahun. Riset dimulai pada 1992 dengan menanyakan kesehatan, pengobatan, dan pola latihan fisik wanita.
Penelitian juga melaporkan seberapa banyak latihan yang dilakukan responden pada 1999, 2001, dan 2005. Di antara 1992 dan 2007, sekitar 6,5 persen responden didiagnosis menderita kanker payudara.

Peneliti menemukan, wanita yang berjalan kaki dengan kecepatan sedang sedikitnya 7 jam seminggu berisiko 14 persen lebih rendah terkena kanker payudara. Risiko ini lebih kecil dibanding wanita yang hanya berjalan 3 jam atau lebih sedikit dalam seminggu.

"Yang dimaksud berkecepatan sedang adalah 3 mil per jam," kata Petel.

Penelitian juga menyatakan, semakin rutin latihan dilakukan 7 jam per minggu, maka risiko menderita kanker payudara semakin rendah hingga 25 persen. Menurut Petel, jalan kaki dan latihan rutin menurunkan risiko kanker payudara pada wanita yang mengalami kegemukan atau menjalani terapi hormon.

"Temuan ini memotivasi wanita untuk segera mulai latihan, tanpa merasa terlalu letih atau berlebihan," kata Petel.

Riset ini memang tidak bisa membuktikan jalan kaki mencegah kanker. Namun, peneliti percaya, hal ini ada hubungannya dengan hormon, resistansi insulin, berat badan, dan berbagai faktor yang berhubungan dengan risiko kanker payudara.

Olahraga juga disarankan U.S. Centers for Disease Control and Prevention, terutama bagi usia lansia dan dewasa. Orang dewasa disarankan sedikitnya berolahraga 2,5 jam dengan level sedang setiap minggunya. Atau bisa juga olahraga sedikitnya 1 jam 15 menit dengan latihan fisik berat setiap minggunya. Sayangnya, kurang dari 50 persen wanita di Amerika yang mengikuti saran ini.

Dr Steven Chen dari City of Hope in Duarte, California, juga merekomendasikan hal serupa. Menurutnya, wanita bisa menambahkan satu jam untuk berjalan kaki dalam kegiatan sehari-hari.  Misalnya dengan 10 menit jalan kaki menuju toko makanan, 10 menit saat berbelanja, atau 10-15 menit saat bekerja. 

"Makin banyak duduk, semakin besar risiko terkena kanker payudara sehingga kami mendorong masyarakat untuk seaktif mungkin sesuai kemampuan mereka," ujar Chen. 

Sumber :www.foxnews.com Editor : Asep Candra http://health.kompas.com/
Posted by ADS
| 22.54
Berjalan Kaki Sama Sehatnya Dengan Olahraga Berlari - Berjalan kaki selama ini mungkin lebih kita anggap sebagai bentuk "transportasi" ketimbang olahraga. Namun, berjalan kaki bisa menjadi aktivitas fisik terbaik untuk tubuh, kecantikan, dan kesehatan jangka panjang. Saat kita berjalan dari satu tempat ke tempat lain, langkah demi langkah tersebut akan menguatkan jantung, otot-otot (yang berarti lebih banyak lemak dibakar), serta menurunkan risiko terkena penyakit.

Sebuah penelitian tahun 2013 yang dilakukan oleh tim dari Life Science Division di Lawrence Berkeley National Laboratory melihat data dari 33.000 pelari dan hampir 16.000 pejalan kaki untuk melihat manfaat kesehatan dari tiap aktivitas fisik tersebut. Dari luar, berlari memang tampaknya merupakan aktivitas fisik intensitas tinggi yang lebih baik daripada berjalan kaki yang merupakan latihan intensitas sedang. Namun, penelitian menunjukkan sebaliknya.

Baik berlari maupun berjalan kaki memang memiliki manfaat positif. Saat dilihat 7 tahun kemudian, para pelari memiliki penurunan risiko tekanan darah (4,2 persen), kolesterol tinggi (4,3 persen), diabetes (12 persen), dan penyakit kardiovaskular (4,5 persen), untuk setiap MET (metabolic energy expenditure/setiap kalori yang dikeluarkan seseroang untuk bernapas, mencerna, dan aktif secara fisik).

Sementara itu, mereka yang rutin berolahraga jalan kaki memiliki hasil yang lebih baik. Risiko menderita hipertensi turun 7,2 persen, risiko kolesterol tinggi turun 7 persen, diabetes turun 12 persen, dan penyakit kardiovaskular risikonya turun sampai 9,3 persen. Makin banyak seseorang berjalan kaki atau berlari, hasilnya akan semakin baik.

Meski begitu, untuk mendapatkan hasil tersebut, pelari dan pejalan kaki harus menggunakan energi yang sama. Ini berarti Anda harus berjalan kaki lebih lama dibanding waktu para pelari.  Jika selama ini Anda sudah rutin joging atau berlari, lanjutkan saja. Selama persendian terjaga dan sepatu Anda cukup melindungi. Ya, berlari adalah olahraga yang efektif untuk membuat mood lebih baik, peredaran darah lebih lancar, serta tentunya tubuh lebih sehat.

Bila Anda merasa tidak kuat berlari, mulailah dengan berjalan kaki setidaknya 10.000 langkah setiap hari atau lebih. Berjalan kaki adalah olahraga benturan rendah yang memiliki manfaat besar dengan risiko cedera yang rendah. Untuk menguatkan otot, lakukan squat dua kali dalam seminggu.

Sumber : news.yahoo.com http://health.kompas.com/

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

TIKI SURABAYA

TIKI SURABAYA