• Pasang iklan baris via ONLINE !

    Lebih praktis, cepat, mudah, nyaman, dan tanpa daftar. Anda bisa memesan iklan sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih mudah dan aman. Iklan baris koran JAWA POS dan koran SURYA.

  • Kantor dan alamat kami

    Jalan Mulyosari Raya No. 55 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60112.

  • Menerima pemasangan iklan koran media cetak

    Jawa Pos, Memorandum, Radar Surabaya, dan masih banyak koran lainnya.

  • Cara pemasangan iklan via Online.

    Pemasangan via SMS ke : 0857 3318 4499, pemasangan via online: http://pesan.iklanjawapos.com , pemasangan via email (khusus iklan display) ke : iklanjawapos@yahoo.com, untuk informasi pemasangan iklan silahkan hubungi kami via telepon: 0851 0350 8009

  • Hemat waktu, biaya, dan aman.

    Siap melayani dan membantu anda, memudahkan pemasangan iklan anda dan menghemat waktu anda, transaksi online yang aman dan terpercaya.

  • Waspada Penipuan Pemasangan Iklan!!!

    Bila ada pihak yang menghubungi, mengirimkan pesan SMS dan Email kepada anda dan memberikan Rekening Bank selain yang tercantum pada website IKLANJAWAPOS.COM dan WWW.IKLANJAWAPOS.NET maka 100% adalah penipuan.


Diberitahukan kepada seluruh pelanggan setia kami agar lebih berhati-hati atas berbagai macam bentuk penipuan apapun yang mengatasnamakan kami dan perlu diingat bahwa ADS Advertising hanya menggunakan NOMOR TELEPON / HANDPHONE dan NOMOR REKENING yang kami cantumkan di website ini dalam berinteraksi dengan pelanggan kami. Jika anda menerima SMS / Telepon atau Pemintaan Transfer sejumlah uang atau pembayaran ke nomor rekening selain yang ada di website kami, maka dapat dipastikan pihak tersebut 100% bukan dari pihak kami, dimohon para pelanggan agar lebih berhati-hati terhadap penipuan online yang semakin marak dan mengatasnamakan pihak ADS Advertising.


Posted by ADS
| 18.33
Jalan-Jalan Ke Maumere, Nusa Tenggara Timur - Tak cuma Pulau Jawa yang memiliki jalur pantai utara alias pantura. Flores pun punya. Berangkat dari Maumere menuju satu dusun di Kabupaten Ende, saya melewati pantura-nya Flores. Maumere adalah ibu kota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dari Jakarta, sekitar dua jam perjalanan dengan pesawat untuk transit di Denpasar, Bali. Lalu, dari Pulau Dewata itu, melanjutkan perjalanan ke Maumere dengan pesawat selama dua jam pula. Kota yang mayoritas penduduknya nasrani ini pernah dikunjungi Paus Yohanes Paulus II pada 1989.

Sepanjang perjalanan, mata saya dimanjakan berbagai pemandangan indah dan daerah-daerah yang masih sangat tradisional. Sayangnya, tak selamanya aspal itu mulus. Saya melewati geronjalan, sungai dengan jembatan yang rusak, dan jalan yang seperempatnya ambrol dan nyaris melesak ke laut.

Toh, saya mencatat beberapa hal menarik yang saya temukan sepanjang perjalanan.

1. Patung salib di atas bukit

Letaknya di pantai Tanjung, Desa Magepanda, Sikka. Patung salib berwarna putih ini terletak di atas bukit dengan pemandangan pantai dan laut biru yang indah. Ada tangga-tangga kecil dari bawah menuju ke atas. Dari Maumere menuju pantai utara, patung ini terlihat di sebelah kiri jalan. Orang-orang sering mengunjungi tempat ini untuk menikmati panorama matahari tenggelam.

Lalu di sebelah kanan, ada batu-batu sangat besar dengan gua-gua kecil di dalamnya. Orang-orang sering ke gua itu untuk memancing ikan.

2. Sawah

Tak jauh dari Pantai Tanjung, beberapa kilometer setelah patung salib dengan pemandangan laut, saya akan menemukan diri berada di antara hamparan sawah. Desa di pesisir ini kebanyakan ditinggali suku Bugis Makassar. Mereka memberi pengaruh terhadap penduduk setempat dalam hal bercocok tanam.

3. Hutan bakau

Beberapa kilometer setelah melalui sawah, saya kembali berada di jalanan aspal di pinggir pantai. Lebar jalannya sebenarnya kecil, hanya satu jalur. Bila berpapasan dengan kendaraan roda empat lain, salah satu akan memperlambat kecepatan kendaraan dan minggir ke bahu jalan supaya jalan bisa dilalui dua kendaraan. Selain pemandangan laut lepas yang biru cerah, saya melihat pohon-pohon bakau.

4. Sungai-sungai yang kering

Flores jarang dikunjungi hujan. Itu sebabnya, hampir semua sungai yang saya temui di Flores terlihat kerontang dan berbatu. Bukit-bukit pun kecoklatan dan tandus. Padang savana. Sawah dan lahan perkebunan di Flores biasanya mendapat aliran air dari hasil tadah hujan.

5. Hamparan perbukitan

Setelah dimanjakan pemandangan pantai, jalan mulai menanjak dan berliku. Mendadak kendaraan yang saya tumpangi sudah menyusuri bukit. Jalan naiknya cukup curam dan menikung. Tak jarang saya sampai menahan napas dan jantung berdebar kencang karena kondisi jalanannya. Sekitar hampir satu jam kemudian, saya sudah di puncak perbukitan. Dari tempat kendaraan saya berjalan, saya bisa melihat perbukitan lain yang berada di sekitarnya. Panorama yang indah. Mengingatkan saya pada perbukitan di Cina yang tinggi dengan jurang-jurangnya.

6. Elang Flores

Saya cukup beruntung. Setelah naik turun bukit dan melewati hamparan tanah yang landai, saya melihat seekor elang Flores terbang rendah dari arah utara. Elang Flores termasuk satwa langka dan dilindungi. Begitu cepatnya ia terbang dan kembali menukik ke langit, lalu hilang di sisi bukit yang lain.

7. Rumah tradisional

Melewati Desa Tou Timur, Ende, saya melihat rumah-rumah warga yang berdinding kayu dan beratap seng. Ada pula yang beratap tumpukan rerumputan. Rumah-rumah di Flores jarang yang atapnya memakai genteng. Biasanya memakai seng atau tumpukan rerumputan.

8. Pohon kelapa bercabang dua

Melewati Desa Aiwora, Ende, saya melihat pohon kelapa bercabang dua. Uniknya, dua cabang pohon kelapa dengan satu akar itu sama-sama berbuah! Rupanya saya tak sendirian yang melihat keajaiban alam ini. Menurut penduduk setempat, tiap orang yang melewati jalan ini selalu menghentikan laju mobilnya untuk menjepret pohon aneh ini dalam beberapa menit.

9. Makam di samping rumah

Saya memperhatikan rumah-rumah di jalan yang saya lewati di Kabupaten Sikka dan Ende. Rupanya, ada makam di samping rumahnya. Menurut penduduk setempat, itu biasanya makam kerabat atau keluarga dekat. Misalnya kakek, nenek, atau orang tua. Mereka percaya bahwa meski meninggal, namun bisa tetap terhubung dengan leluhur mereka. Bila ada acara-acara tertentu, mereka juga menghidangkan makanan dan minuman di atas nisan, agar arwah kerabatnya itu bisa ikut berpesta bersama mereka.

Sumber : www.tempo.co

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

BlackBerry Messenger