• Pasang iklan baris via ONLINE !

    Lebih praktis, cepat, mudah, nyaman, dan tanpa daftar. Anda bisa memesan iklan sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih mudah dan aman. Iklan baris koran JAWA POS dan koran SURYA.

  • Kantor dan alamat kami

    Jalan Mulyosari Raya No. 55 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60112.

  • Menerima pemasangan iklan koran media cetak

    Jawa Pos, Memorandum, Radar Surabaya, dan masih banyak koran lainnya.

  • Cara pemasangan iklan via Online.

    Pemasangan via SMS ke : 0857 3318 4499, pemasangan via online: http://pesan.iklanjawapos.com , pemasangan via email (khusus iklan display) ke : iklanjawapos@yahoo.com, untuk informasi pemasangan iklan silahkan hubungi kami via telepon: 0851 0350 8009

  • Hemat waktu, biaya, dan aman.

    Siap melayani dan membantu anda, memudahkan pemasangan iklan anda dan menghemat waktu anda, transaksi online yang aman dan terpercaya.

  • Waspada Penipuan Pemasangan Iklan!!!

    Bila ada pihak yang menghubungi, mengirimkan pesan SMS dan Email kepada anda dan memberikan Rekening Bank selain yang tercantum pada website IKLANJAWAPOS.COM dan WWW.IKLANJAWAPOS.NET maka 100% adalah penipuan.


Diberitahukan kepada seluruh pelanggan setia kami agar lebih berhati-hati atas berbagai macam bentuk penipuan apapun yang mengatasnamakan kami dan perlu diingat bahwa ADS Advertising hanya menggunakan NOMOR TELEPON / HANDPHONE dan NOMOR REKENING yang kami cantumkan di website ini dalam berinteraksi dengan pelanggan kami. Jika anda menerima SMS / Telepon atau Pemintaan Transfer sejumlah uang atau pembayaran ke nomor rekening selain yang ada di website kami, maka dapat dipastikan pihak tersebut 100% bukan dari pihak kami, dimohon para pelanggan agar lebih berhati-hati terhadap penipuan online yang semakin marak dan mengatasnamakan pihak ADS Advertising.


Posted by ADS
| 15.02
Malioboro, Kawasan Ramah Pejalan Kaki - Yogyakarta - Rencana Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memulai revitalisasi kawasan Jalan Malioboro pada 2013 masih buntu. Pasalnya, sejak dilakukan pertemuan Pemerintah DIY dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bersama konsultan Jepang, Yoichiro, di Yogyakarta, April lalu, hingga kini belum ada perkembangan berarti.  “Katanya akan mengkaji, tapi hasil atau kisi-kisinya belum ada yang diserahkan,” kata Tavip Agus Rayanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DIY, seusai menyampaikan paparan kepada Gubernur DIY di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa, 6 November 2012. Dia menambahkan, revitalisasi Malioboro merupakan proyek Bappenas, yang akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan Stasiun Tugu. Mulai dari penataan parkir yang kian padat hingga perwujudan kawasan pedestrian yang ramah pejalan kaki. Juga opsi pembuatan jalur bawah tanah di sepanjang Malioboro untuk membuka sentra kawasan ekonomi baru demi mengatasi kemacetan tumpukan parkir.

Malioboro


Malioboro


Pada Juli lalu, tim teknis Bappenas sempat memaparkan kembali konsep Malioboro menjadi jalur pedestrian dengan dua opsi. Menciptakan kantong parkir bawah tanah dan atas. Tapi pembahasannya mandek lagi. Sultan Hamengku Buwono X sempat menyatakan tak setuju jika konsep pedestrian dibuat dengan membuat jalur bawah tanah sepanjang Malioboro. Hal itu untuk mengantisipasi jika ada tamu negara datang dan menggunakan jalan menuju Gedung Agung. “Yang sudah ada progresnya, konsep penataan kawasan Stasiun Tugu oleh PT Kereta Api Indonesia,” kata dia. Tavip menyebutkan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara internal mulai menata dengan mengembangkan Stasiun Tugu sebagai kawasan bisnis dan sosial. Sejumlah apartemen akan dibangun. Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM, Lilik Wahid Budi Susilo, menyambut positif jika ada komitmen pemerintah merevitalisasi Malioboro agar makin ramah pejalan kaki. "Namun yang relevan adalah area pedestrian sepenuhnya, sehingga transportasi umum bisa tetap melintas, tapi kendaraan pribadi dibatasi,” kata dia.

Untuk truk bongkar-muat mal, pagi dibatasi hanya sampai jam sembilan. Area pedestrian itu, menurut Lilik, sangat bisa dipadu dengan jalur sepeda atau transportasi umum yang sifatnya massal. Aturan melintas bagi kendaraan pribadi, khususnya mobil dan sepeda motor, harus diperketat. Dia menambahkan, mewujudkan area pedestrian dapat dengan menambah fasilitas kenyamanan pejalan kaki. Misalnya, tempat istirahat, bahkan kalau perlu, ada fasilitas air minum gratis yang dikerjasamakan dengan toko atau hotel. Pengamat transportasi Universitas Gadjah Mada, Sigit Priyanto, menuturkan, jika area ramah pejalan kaki Malioboro bisa diwujudkan, akan berdampak pada sejumlah keuntungan bagi Pemerintah DIY. “Bisa menambah betah wisatawan dan membuat lama tinggal berwisata, sehingga berdampak pula pada sektor perekonomian pelaku bisnis,” kata dia. PRIBADI WICAKSONO TEMPO CO

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

BlackBerry Messenger