• Pasang iklan baris via ONLINE !

    Lebih praktis, cepat, mudah, nyaman, dan tanpa daftar. Anda bisa memesan iklan sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih mudah dan aman. Iklan baris koran JAWA POS dan koran SURYA.

  • Kantor dan alamat kami

    Jalan Mulyosari Raya No. 55 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60112.

  • Menerima pemasangan iklan koran media cetak

    Jawa Pos, Memorandum, Radar Surabaya, dan masih banyak koran lainnya.

  • Cara pemasangan iklan via Online.

    Pemasangan via SMS ke : 0857 3318 4499, pemasangan via online: http://pesan.iklanjawapos.com , pemasangan via email (khusus iklan display) ke : iklanjawapos@yahoo.com, untuk informasi pemasangan iklan silahkan hubungi kami via telepon: 0851 0350 8009

  • Hemat waktu, biaya, dan aman.

    Siap melayani dan membantu anda, memudahkan pemasangan iklan anda dan menghemat waktu anda, transaksi online yang aman dan terpercaya.

  • Waspada Penipuan Pemasangan Iklan!!!

    Bila ada pihak yang menghubungi, mengirimkan pesan SMS dan Email kepada anda dan memberikan Rekening Bank selain yang tercantum pada website IKLANJAWAPOS.COM dan WWW.IKLANJAWAPOS.NET maka 100% adalah penipuan.


Diberitahukan kepada seluruh pelanggan setia kami agar lebih berhati-hati atas berbagai macam bentuk penipuan apapun yang mengatasnamakan kami dan perlu diingat bahwa ADS Advertising hanya menggunakan NOMOR TELEPON / HANDPHONE dan NOMOR REKENING yang kami cantumkan di website ini dalam berinteraksi dengan pelanggan kami. Jika anda menerima SMS / Telepon atau Pemintaan Transfer sejumlah uang atau pembayaran ke nomor rekening selain yang ada di website kami, maka dapat dipastikan pihak tersebut 100% bukan dari pihak kami, dimohon para pelanggan agar lebih berhati-hati terhadap penipuan online yang semakin marak dan mengatasnamakan pihak ADS Advertising.


Posted by ADS
| 19.22
Tulang Belulang Tentara Jepang Akan Dikembalikan - Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang. Indonesia tahun depan merencanakan mengembalikan sisa-sisa tulang-belulang tentara Jepang yang masih ada di Indonesia. Demikian diungkapkan Mendikbud Mohammad Nuh khusus kepada Tribunnews.com , Jumat (16/11/2012)siang, usai salat Jumat di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

"Pada pertemuan dengan Menteri Kesehatan Jepang kita memiliki urusan repatriasi tulang belulang tentara Jepang. Hal ini kita selesaikan dengan pendekatan kemanusiaan dan mereka sangat berbahagia karena kita mengambil inisiatif dan kebijakan urusan pengembalian tulang belulang tersebut tersebut. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dilaksanakan."

Nuh ke Jepang dengan berbagai rektor perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadiri konferensi Rektor Indonesia dan Rektor Jepang sebagai bagian dari memperkuat hubungan kerjasama Indonesia-Jepang. Lalu pada tahun depan konferensi tersebut akan diselenggarakan pula di Indonesia sebagai tindak lanjutnya.

"Dalam konferensi akan dibahas mengenai apa saja target yang bisa diukur, bisa dievaluasi, sehingga tiap tahun bisa mengevaluasi target tersebu. Apa saja target itu? Antara lain mengenai student mobility . Mahasiswa Indonesia di Jepang saat ini ada 2.400 orang dan kita mau lebih banyak lagi. Demikian pula mahasiswa Jepang di Indonesia masih sangat sedikit, kita berusaha mendorong agar lebih banyak lagi," katanya.

Selain hal tersebut akan dilakukan pula twinning program antara perguruan tinggi tertentu kedua negara. Lalu juga akan dilakukan penelitian bersama antara kedua lembaga pendidikan tinggi dari dua negara ini.

"Kerjasama bukan sekadar Indonesia-Jepang saja, tetapi pada akhirnya nanti juga untuk kepentingan negara ketiga yang lain yang membutuhkan," katanya, lagi.

Selain bertemu dengan menteri kesehatan, Nuh juga bertemu mantan Mendikbud Jepang Makiko Tanaka, mendikbud yang baru bernama Masaharu Nakagawa, dan Menlu Jepang Koichiro Gemba untuk membicarakan soal kebudayaan di kedua negara. Nuh dengan semangat juga mengharapkan para pelajar Indonesia secepatnya kembali ke Indonesia setelah selesai sekolah agar dapat membangun lebih baik lagi bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang. Paling celaka di Indonesia adalah selalu terlambat.

"Kita harus genjot SDM Sampai tahun 2035 agar sukses. Kita selalu terlambat kepada kesadarannya sendiri. Bayangkan tahun 1995 saat kita pada puncak simbol kemandirian dengan peluncuran pesawat, salah satu obyek, tetapi kita kini dihabisi oleh kita sendiri juga, untuk menggugurkan simbol tersebut. Kalau kita ke mana mana kini banyak yang bicara, ini kan dulu telah kita lakukan, ini kan dulu telah kita lakukan, ini kan dulu telah kita lakukan. Jadi kita harus lebih baik lagi di masa mendatang. Kita adalah negara besar tapi banyak dari kita belum sadar, karena masih terjangkit minority complex . Jadi Indonesia bisa memimpin dunia," katanya, bersemangat. 

Sumber : www.tribunnews.com

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

BlackBerry Messenger