• Pasang iklan baris via ONLINE !

    Lebih praktis, cepat, mudah, nyaman, dan tanpa daftar. Anda bisa memesan iklan sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih mudah dan aman. Iklan baris koran JAWA POS dan koran SURYA.

  • Kantor dan alamat kami

    Jalan Mulyosari Raya No. 55 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60112.

  • Menerima pemasangan iklan koran media cetak

    Jawa Pos, Memorandum, Radar Surabaya, dan masih banyak koran lainnya.

  • Cara pemasangan iklan via Online.

    Pemasangan via SMS ke : 0857 3318 4499, pemasangan via online: http://pesan.iklanjawapos.com , pemasangan via email (khusus iklan display) ke : iklanjawapos@yahoo.com, untuk informasi pemasangan iklan silahkan hubungi kami via telepon: 0851 0350 8009

  • Hemat waktu, biaya, dan aman.

    Siap melayani dan membantu anda, memudahkan pemasangan iklan anda dan menghemat waktu anda, transaksi online yang aman dan terpercaya.

  • Waspada Penipuan Pemasangan Iklan!!!

    Bila ada pihak yang menghubungi, mengirimkan pesan SMS dan Email kepada anda dan memberikan Rekening Bank selain yang tercantum pada website IKLANJAWAPOS.COM dan WWW.IKLANJAWAPOS.NET maka 100% adalah penipuan.


Diberitahukan kepada seluruh pelanggan setia kami agar lebih berhati-hati atas berbagai macam bentuk penipuan apapun yang mengatasnamakan kami dan perlu diingat bahwa ADS Advertising hanya menggunakan NOMOR TELEPON / HANDPHONE dan NOMOR REKENING yang kami cantumkan di website ini dalam berinteraksi dengan pelanggan kami. Jika anda menerima SMS / Telepon atau Pemintaan Transfer sejumlah uang atau pembayaran ke nomor rekening selain yang ada di website kami, maka dapat dipastikan pihak tersebut 100% bukan dari pihak kami, dimohon para pelanggan agar lebih berhati-hati terhadap penipuan online yang semakin marak dan mengatasnamakan pihak ADS Advertising.


Posted by ADS
| 06.36
Israel Ngotot Lanjutkan Pembangunan Pemukiman Baru - JERUSALEM - Israel mengatakan tidak akan menyerah atas tekanan internasional untuk menghentikan rencana pembangunan 3.000 pemukiman baru di Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Kantor PM Benyamin Netanyahu mengatakan Israel akan mempertahankan ''kepentingan vital'' dan tidak akan mengubah keputusannya.

Sebelumnya Inggris, Perancis, Spanyol, Denmark dan Swedia memanggil duta besar Israel sebagai bentuk protes atas rencana tersebut.

AS juga meminta Israel untuk ''mengkaji kembali'' keputusannya. "Kami mendesak pemimpin Israel untuk mengkaji kembali keputusan sepihak tersebut dan menahan diri dari aksi kontraproduktif yang akan mempersulit pengembalian perundingan damai secara langsung,'' kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney.

Rusia, Jerman dan PBB juga berkeberatan dengan rencana Israel tersebut.

Israel mengotorisasi rencana penambahan 3.000 unit rumah hanya sehari setelah PBB meningkatkan status Palestina sebagai negara pengamat non-anggota. Israel mengecam kebijakan Palestina tersebut sebagai ''pelanggaran kotor'' atas kesepakatan sebelumnya.

Palestina dilain pihak menyatakan usulan pemukiman baru Israel akan memotong negara Palestina menjadi dua bagian.

Pukulan Nyaris Fatal

Netanyahu tetap menentang tekanan internasional yang memintanya untuk menghentikan sementara rencana pemukiman baru. "Israel akan tetap melanjutkan kepentingan vital kami, meski berhadapan dengan tekanan internasional, dan tidak akan ada perubahan dari keputusan yang telah dibuat,'' demikian pernyataan resmi kantor pemerintahan Israel.

Rencana pembangunan di kawasan E1 - antara Yerusalem dan pemukiman Tepi Barat Maaleh Adumim - sangat ditentang oleh Palestina. Mereka menyatakan pemukiman itu akan memotong Tepi Barat, memisahkan Palestina dari Yerusalem dan mencegah pembentukan negara Palestina yang bersatu.

Sekjen PBB Ban Ki-moon sebelumnya memperingatkan bahwa rencana E1 seharusnya dibatalkan. "Itu akan membuat sebuah pukulan yang nyaris fatal atas peluang yang tersisa untuk mengamankan sebuah solusi dua negara,'' kata Ban.

Seorang pejabat Israel menggambarkan usulan kawasan E1 sebagai ''zona pendahuluan dan rancangan kerja''.

Dalam sebuah kebijakan yang bisa meningkat tensi semakin tinggi, Israel pada Senin (03/12) berencana untuk kembali membangun 1.600 pemukiman di Yerusalem Timur di kawasan Ramat Shlomo.

Juru runding senior Palestina Saeb Erekat mengatakan dia berharap tekanan internasional bisa meyakinkan Israel untuk menghentikan rencana tersebut. "Kami berharap Perancis dan Inggris bisa mulai menunjukkan kepada Israel bahwa mereka tidak bisa lagi melanjut bisnis seperti biasa. Aktivitas pemukiman Israel tidak bisa dilanjutkan seperti biasa. Setiap kemungkinan harus diberikan guna menjaga solusi dua negara.''

Sumber : Kompas.com

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

BlackBerry Messenger