• Pasang iklan baris via ONLINE !

    Lebih praktis, cepat, mudah, nyaman, dan tanpa daftar. Anda bisa memesan iklan sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih mudah dan aman. Iklan baris koran JAWA POS dan koran SURYA.

  • Kantor dan alamat kami

    Jalan Mulyosari Raya No. 55 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60112.

  • Menerima pemasangan iklan koran media cetak

    Jawa Pos, Memorandum, Radar Surabaya, dan masih banyak koran lainnya.

  • Cara pemasangan iklan via Online.

    Pemasangan via SMS ke : 0857 3318 4499, pemasangan via online: http://pesan.iklanjawapos.com , pemasangan via email (khusus iklan display) ke : iklanjawapos@yahoo.com, untuk informasi pemasangan iklan silahkan hubungi kami via telepon: 0851 0350 8009

  • Hemat waktu, biaya, dan aman.

    Siap melayani dan membantu anda, memudahkan pemasangan iklan anda dan menghemat waktu anda, transaksi online yang aman dan terpercaya.

  • Waspada Penipuan Pemasangan Iklan!!!

    Bila ada pihak yang menghubungi, mengirimkan pesan SMS dan Email kepada anda dan memberikan Rekening Bank selain yang tercantum pada website IKLANJAWAPOS.COM dan WWW.IKLANJAWAPOS.NET maka 100% adalah penipuan.


Diberitahukan kepada seluruh pelanggan setia kami agar lebih berhati-hati atas berbagai macam bentuk penipuan apapun yang mengatasnamakan kami dan perlu diingat bahwa ADS Advertising hanya menggunakan NOMOR TELEPON / HANDPHONE dan NOMOR REKENING yang kami cantumkan di website ini dalam berinteraksi dengan pelanggan kami. Jika anda menerima SMS / Telepon atau Pemintaan Transfer sejumlah uang atau pembayaran ke nomor rekening selain yang ada di website kami, maka dapat dipastikan pihak tersebut 100% bukan dari pihak kami, dimohon para pelanggan agar lebih berhati-hati terhadap penipuan online yang semakin marak dan mengatasnamakan pihak ADS Advertising.


Posted by ADS
| 15.14
Kebun Cabe Di Ponorogo Terserang Hama Pathek - Sejumlah petani cabe asal Dusun Kalipucang, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo terpaksa mencabuti puluhan hektare tanaman cabe mereka, Sabtu (23/2/2013). Ini menyusul tanaman cabe yang diharapkan kalangan petani ini terserang hama pathek sejak sebulan terakhir. Selain menyebabkan buah cabe membusuk, daun rontok dan tanaman mengering.

Meski petani sudah berusaha memberikan obat-obatan dan penyemprotan secara rutin, akan tetapi penyakit tanaman cabe yang menyebabkan kematian ini tidak semakin habis, tetapi tetap menggerogoti tanaman cabe mereka. Para petani mulai mencabuti tanaman cabe berusia 4 sampai 6 bulan ini, untuk segera diganti dengan tanaman lain.

Salah seorang petani cabe, Senen (50), mengaku sudah mencabuti tanaman cabenya seluas dua kotak. Ia terpaksa mencabuti tanam cabe yang sudah berusia 6 bulan itu karena meski sudah diobati penyakit yang menyerang tidak kunjung berkurang. Bahkan senderung malah semakin meluas ke semua pokok tanaman.

"Kalau dibiarkan seperti ini mau ditunggu apanya? Buah sudah busuk dan daun rontok karena penyakit pathek. Kami tidak mau semakin merugi. Karena diberi obat-obatan tak ada hasilnya.Justru biaya perawatan cabe ini lebih banyak. Makanya kami cabuti tanaman agar bisa diganti tanaman lainnya seperti kacang dan jagung karena ditanami padi tak bisa harus sejak awal musim penghujan," terangnya kepada Surya.co.id, Sabtu (23/2/2013).

Hal senada disampaikan Mbah Suji (61) warga RT 02, RW 07 Dusun Kalipucang, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo. Dia mengaku jengkel dengan tanaman cabenya. Meski harganya naik yakni mencapai Rp 18.000 per kilogram untuk cabe super dan Rp 16.000 per kilogram untuk cabe campuran (hijau merah), dirinya tetap mencabuti tanaman cabenya itu.

"Selama ini tanaman cabe seluas 1,5 kotak ini menghasilkan sekitar Rp 7 juta sekali panen, tetapi kalau ini dibiarkan biaya perawatan, pupuk, dan penyemprotan malah saya kehabisan modal. Semua petani sudah mencabuti tanaman cabenya sejak kemarin. Mumpung masih hujan karena lahan tadah hujan bisa ditanamani tanaman lainnya," ungkapnya.

Selain itu, Mbah Suji menyesalkan tidak adanya petugas penyuluh lapangan (PPL) yang mendatangi petani cabe saat adanya serangan berbagai hama termasuk hama pathek itu.

"Petani sudah kembang kempis (kelabakan) seperti ini, tidak ada PPL yang datang memberi penyuluhan dan pembinaan," tegasnya.

Kasi Pengendali Hama Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Muhadi membantah jika PPL diam dan tidak melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi. Menurutnya, selama ini petugas PPL terbatas dan tak sebanding dengan jumlah petani cabe.

"Saking banyaknya petani sedangkan PPL  kami terbatas. Kami sudah menghimbau jika penyakit pathek sulit untuk diobati (dibasmi). Bahkan obat-obatan gartis kami sediakan di kantor," ujar Muhadi .
"Kalau ada yang merasa belum didatangi PPL itu kemungkinan tidak ikut kelompok tani atau mungkin tidak melaporkan kondisi tanamannya ke kelompoknya. Lebih baik dicabut diganti tanaman baru lainnya daripada terus merugi," tandasnya.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

BlackBerry Messenger