• Pasang iklan baris via ONLINE !

    Lebih praktis, cepat, mudah, nyaman, dan tanpa daftar. Anda bisa memesan iklan sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih mudah dan aman. Iklan baris koran JAWA POS dan koran SURYA.

  • Kantor dan alamat kami

    Jalan Mulyosari Raya No. 55 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60112.

  • Menerima pemasangan iklan koran media cetak

    Jawa Pos, Memorandum, Radar Surabaya, dan masih banyak koran lainnya.

  • Cara pemasangan iklan via Online.

    Pemasangan via SMS ke : 0857 3318 4499, pemasangan via online: http://pesan.iklanjawapos.com , pemasangan via email (khusus iklan display) ke : iklanjawapos@yahoo.com, untuk informasi pemasangan iklan silahkan hubungi kami via telepon: 0851 0350 8009

  • Hemat waktu, biaya, dan aman.

    Siap melayani dan membantu anda, memudahkan pemasangan iklan anda dan menghemat waktu anda, transaksi online yang aman dan terpercaya.

  • Waspada Penipuan Pemasangan Iklan!!!

    Bila ada pihak yang menghubungi, mengirimkan pesan SMS dan Email kepada anda dan memberikan Rekening Bank selain yang tercantum pada website IKLANJAWAPOS.COM dan WWW.IKLANJAWAPOS.NET maka 100% adalah penipuan.


Diberitahukan kepada seluruh pelanggan setia kami agar lebih berhati-hati atas berbagai macam bentuk penipuan apapun yang mengatasnamakan kami dan perlu diingat bahwa ADS Advertising hanya menggunakan NOMOR TELEPON / HANDPHONE dan NOMOR REKENING yang kami cantumkan di website ini dalam berinteraksi dengan pelanggan kami. Jika anda menerima SMS / Telepon atau Pemintaan Transfer sejumlah uang atau pembayaran ke nomor rekening selain yang ada di website kami, maka dapat dipastikan pihak tersebut 100% bukan dari pihak kami, dimohon para pelanggan agar lebih berhati-hati terhadap penipuan online yang semakin marak dan mengatasnamakan pihak ADS Advertising.


Posted by ADS
| 15.25
Warga Pemilik Tanah Di Lumpur Lapindo Bangun Rumah Di Tanggul - PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), melalui Direktur Utama, Andi Darussalam Tabusalla, menyatakan akan melunasi sisa pembayaran pelunasan daerah peta area terdampak (PAT) pada Maret 2013. Meski begitu, pernyataan Andi ditanggapi dingin para warga korban lumpur Sidoarjo. Bahkan sebanyak 25 warga Jatirejo sedang membangun gubuk di atas tanggul karena belum mendapatkan sisa pembayaran.

“MLJ cuma janji saja. Ini saya tidak punya rumah lagi,” kata Nani Mulyati, warga Jatirejo saat ditemui Surya.co.id sedang membuat gubug di tanggul Jatirejo, Sabtu, (23/2/2013).

Nani mengaku telah mendapat cicilan pelunasan rumahnya dari MLJ sebesar 20 persen, atau senilai Rp 50 juta. Namun uang itu telah habis untuk biaya hidup bersama delapan orang keluarganya.

“Saya sudah tidak punya uang untuk bayar kontrakan Rp 2,5 juta di Gedang. Bulan depan sudah habis. Ini makanya saya bangun gubuk buat tempat tinggal saya nanti,” sambung Nani dengan nada tinggi.

Bangunan gubuk yang dibuatnya sudah hampir jadi. Gubuk sederhana dari anyaman rumput gajah yang dikaitkan pada sebatang bambu itu berukuran 3x3 meter. Nani mengaku akan tinggal di gubuk itu setelah kontrakannya habis.

“Ini nanti saya akan tinggal di sini sama keluarga saya. Kami akan buat 25 gubuk, itu juga akan ditinggali sama tetangga-tetangga saya juga,” ujarnya.

Nani yang sehari-hari menjadi tukang ojek di tanggul ini mengaku tidak tahu lagi harus mengadu ke mana. Nani bahkan mengecam keluarga Bakrie yang belum membayar lunas tanahnya yang berjumlah total Rp 280 juta. Masih kata Nani, dulu harusnya MLJ menerima tawaran pemerintah yang bersedia menyediakan dana talangan. Namun MLJ yang tetap bersikukuh akan melunasi malah membuat nasibnya makin tidak jelas. Ketika dimintai pendapatnya MLJ akan melunasi seluruh pelunasan, Nani menuturkan tidak percaya.

“Dulu katanya tahun 2012, tapi mana. Lagi pula tidak ada pernyataan tanda tangan. Kami baru percaya kalau pemerintah yang mengatakan itu,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah dirinya tidak takut tanggul luber karena intensitas hujan masih tinggi, Nani mengaku tak gentar.

“Kami sudah biasa hidup susahh. Tapi kami percaya tidak akan luber. Kalau hujann yaa tetap di sini. Mau gimana lagi,” tutup Nani yang akan mulai memboyong barang-barangnya dalam waktu dekat ini.

Seorang warga lain, Heru Basuki, mengatakan hal yang sama dengan Nani. Heru yang nantinya akan membangun gubuk-gubuk ini mengaku MLJ masih hutang Rp 108 juta kepadanya.

“Selama belum dibayar, tanggul ini masih milik kami. Nanti kami akan tetap tinggal di sini,” imbuhnya sambil menganyam rumput yang akan dijadikan atap.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

BlackBerry Messenger