Ia meninggal dunia karena luka parah di sejumlah bagian, kepala, mulut, dan wajah memar. Pada mulut Erik bahkan keluar darah.
"Kami dari pihak keluarga diberi tahu teman-temannya bahwa Erik mengalami luka akibat dikeroyok suporter Arema. Kami langsung menuju RSUD Ibnu Sina, tiba di rumah sakit, Erik sudah tidak bernyawa," kata keluarga korban yang enggan disebutkan namanya saat di kamar jenazah, Kamis (7/3/2013).
Sebelumnya, Erik dan Andre (19), pelajar kelas III sebuah SMK, hendak menonton pertandingan Persegres melawan Arema. Saat itu mereka mengenakan kostum Bonek. Sampai di pintu gerbang Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, mereka berpapasan dengan sejumlah suporter Arema.
Saat berpapasan itulah Erik dan Andre dihanjar sejumlah suporter Arema hingga babak belur. Seorang pengendara motor, Supriyanto (20) juga menjadi sasaran dalam peristiwa itu. Akibat kejadian tesebut, Supriyanto, warga Kecamatan Benjeng, Gresik luka memar dan lecet di punggung dan wajah.
Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/