• Pasang iklan baris via ONLINE !

    Lebih praktis, cepat, mudah, nyaman, dan tanpa daftar. Anda bisa memesan iklan sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih mudah dan aman. Iklan baris koran JAWA POS dan koran SURYA.

  • Kantor dan alamat kami

    Jalan Mulyosari Raya No. 55 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60112.

  • Menerima pemasangan iklan koran media cetak

    Jawa Pos, Memorandum, Radar Surabaya, dan masih banyak koran lainnya.

  • Cara pemasangan iklan via Online.

    Pemasangan via SMS ke : 0857 3318 4499, pemasangan via online: http://pesan.iklanjawapos.com , pemasangan via email (khusus iklan display) ke : iklanjawapos@yahoo.com, untuk informasi pemasangan iklan silahkan hubungi kami via telepon: 0851 0350 8009

  • Hemat waktu, biaya, dan aman.

    Siap melayani dan membantu anda, memudahkan pemasangan iklan anda dan menghemat waktu anda, transaksi online yang aman dan terpercaya.

  • Waspada Penipuan Pemasangan Iklan!!!

    Bila ada pihak yang menghubungi, mengirimkan pesan SMS dan Email kepada anda dan memberikan Rekening Bank selain yang tercantum pada website IKLANJAWAPOS.COM dan WWW.IKLANJAWAPOS.NET maka 100% adalah penipuan.


Diberitahukan kepada seluruh pelanggan setia kami agar lebih berhati-hati atas berbagai macam bentuk penipuan apapun yang mengatasnamakan kami dan perlu diingat bahwa ADS Advertising hanya menggunakan NOMOR TELEPON / HANDPHONE dan NOMOR REKENING yang kami cantumkan di website ini dalam berinteraksi dengan pelanggan kami. Jika anda menerima SMS / Telepon atau Pemintaan Transfer sejumlah uang atau pembayaran ke nomor rekening selain yang ada di website kami, maka dapat dipastikan pihak tersebut 100% bukan dari pihak kami, dimohon para pelanggan agar lebih berhati-hati terhadap penipuan online yang semakin marak dan mengatasnamakan pihak ADS Advertising.


Posted by ADS
| 20.58
Peristiwa Lahan Sawit Di Kolaka, Mobil Perusahaan Dibakar - Ratusan massa dari Forum Persatuan Pemilik Lahan Sawit, Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara membakar mobil milik perusahaan sawit PT Damai Jaya Lestari. Warga membakar mobil karena kesal perusahaan tersebut dianggap tak serius menyelesaikan masalah bagi hasil antara PT Damai Jaya Lestari dengan warga pemilik lahan.

Menurut warga, aksi ini juga dipicu ketersinggungan warga ketika mendenganr jawaban salah satu karyawan perusahaan tersebut melalui Handy Talky (HT). Menurut Nuzul, kordinator aksi, masyarakat hanya meminta keseriusan pihak perusahaan untuk memberikan bagi hasil secara adil kepada warga pemilik lahan.

"Warga kan mendesak sama pihak perusahaan agar bagi hasil itu adil karena warga juga butuh makan. Eh, ternyata kita dengar lewat radio HT security salah satu karyawan bilang, suruh saja itu warga makan itu mobil. Nah, sontak warga tersinggung dan melakukan aksi pembakaran terhadap mobil tersebut. Ini terjadi di wilayah afdeling 6 lokasi perkebunan kepala sawit milik perusahaan sawit PT Damai Jaya Lestari," ungkapnya, Senin (15/04/2013).

Menurutnya, aksi yang dilakukan warga di lokasi perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Watubangga dan Tangketada tersebut samata-mata hanya ingin memperjuangkan hak dari masyarakat.

"Kita sudah lelah dijanjikan oleh pihak perusahaan. Mulai dari bulan pertama 2013 hingga saat ini tidak terealisasi untuk merevisi MoU masalah bagi hasil," tandasnya.

Dia menyebutkan, dalam Memorandum of Understanding (MoU), disebutkan bagi hasil untuk pemilik lahan 40 persen dan perusahaan 60 persen. Namun 40 persen untuk pemilik lahan harus dibagi lagi, yakni 70 persen kembali ke perusahaan dan 30 persen untuk pemilik lahan.

"Ini yang harus diubah," tegasnya.

Gerakan yang dilakukan oleh warga pemilik lahan ini sendiri berasal dari tiga kecamatan di Kolaka, yaitu Kecamatan Polinggona, Watubangga dan Tangketada.

"Ini kami mendapat dukungan dari para kepala desa yang ada dan gerakan ini murni untuk menuntut hak warga di perusahaan sawit tersebut. Massa pasti berani bakar mobil sebab sudah emosi. Dan kalau belum ada kejelasan dari pihak perusahaan, nanti kami gerakkan massa lebih besar lagi," tegasnya.

Para warga sendiri menuntut tiga hal kepada pihak perusahaan. Tuntutan pertama adalah merevisi MoU yang telah dibuat oleh perusahaan sebab merugikan dan membodohi warga. Tuntutan kedua meningkatkan bagi hasil dari perjanjian sebelumnya serta; yang terakhir adanya transparansi hasil pengolahan sawit.

Sumber : Farid Assifa , http://www.kompas.com/

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

BlackBerry Messenger