• Pasang iklan baris via ONLINE !

    Lebih praktis, cepat, mudah, nyaman, dan tanpa daftar. Anda bisa memesan iklan sesuai dengan kebutuhan anda dengan lebih mudah dan aman. Iklan baris koran JAWA POS dan koran SURYA.

  • Kantor dan alamat kami

    Jalan Mulyosari Raya No. 55 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60112.

  • Menerima pemasangan iklan koran media cetak

    Jawa Pos, Memorandum, Radar Surabaya, dan masih banyak koran lainnya.

  • Cara pemasangan iklan via Online.

    Pemasangan via SMS ke : 0857 3318 4499, pemasangan via online: http://pesan.iklanjawapos.com , pemasangan via email (khusus iklan display) ke : iklanjawapos@yahoo.com, untuk informasi pemasangan iklan silahkan hubungi kami via telepon: 0851 0350 8009

  • Hemat waktu, biaya, dan aman.

    Siap melayani dan membantu anda, memudahkan pemasangan iklan anda dan menghemat waktu anda, transaksi online yang aman dan terpercaya.

  • Waspada Penipuan Pemasangan Iklan!!!

    Bila ada pihak yang menghubungi, mengirimkan pesan SMS dan Email kepada anda dan memberikan Rekening Bank selain yang tercantum pada website IKLANJAWAPOS.COM dan WWW.IKLANJAWAPOS.NET maka 100% adalah penipuan.


Diberitahukan kepada seluruh pelanggan setia kami agar lebih berhati-hati atas berbagai macam bentuk penipuan apapun yang mengatasnamakan kami dan perlu diingat bahwa ADS Advertising hanya menggunakan NOMOR TELEPON / HANDPHONE dan NOMOR REKENING yang kami cantumkan di website ini dalam berinteraksi dengan pelanggan kami. Jika anda menerima SMS / Telepon atau Pemintaan Transfer sejumlah uang atau pembayaran ke nomor rekening selain yang ada di website kami, maka dapat dipastikan pihak tersebut 100% bukan dari pihak kami, dimohon para pelanggan agar lebih berhati-hati terhadap penipuan online yang semakin marak dan mengatasnamakan pihak ADS Advertising.


Posted by ADS
| 22.40
Makan Sebelum Berlari, Benarkah Dalam Konteks Diet? - Olahraga lari beberapa waktu terakhir menjadi tren di banyak kalangan. Maka, tak sedikit pula orang yang ingin menjadi lebih langsing dengan melakukannya. Namun karena terbilang olahraga berat yang membutuhkan banyak tenaga, sebagian orang pun memilih untuk mengisi perut terlebih dulu sebelum melakukannya guna menambah tenaga mereka.

Padahal menurut Samuel Oetoro, spesialis gizi klinik dari Siloam Hospital, jika tujuannya untuk mengurangi berat badan, maka sebaiknya tidak makan sebelum melakukan olahraga lari. Ini karena tubuh justru akan membakar energi dari makanan, bukan dari cadangan lemak tubuh.

"Makan atau tidak sebelum berlari itu tergantung tujuannya. Kalau tujuannya untuk mengurangi berat badan sebaiknya tidak makan," ujarnya, Rabu (18/12/2013) di Jakarta.

Samuel menjelaskan, tubuh memiliki cadangan lemak yang disimpan dalam bentuk glikogen. Cadangan tersebut sebenarnya didapat dari energi (glukosa) dari makanan yang tidak segera digunakan.

Saat berlari, imbuh Samuel, tubuh membutuhkan tenaga lebih banyak sehingga glikogen akan diubah kembali menjadi glukosa dan dimanfaatkan sebagai sumber tenaga. Kebalikannya, ketika makan dulu sebelum berlari, glukosa dalam darah tinggi sehingga tubuh "lebih memilih" untuk langsung membakarnya daripada mengambil cadangan lemak.

Pola latihan, lanjutnya, juga berpengaruh terhadap pembakaran cadangan lemak. Menurut dia, pola latihan yang dengan intensitas yang konstan dan dilakukan dalam waktu lama lebih efektif untuk membakar lemak daripada latihan yang dilakukan dengan intensitas tinggi dengan gerakan yang cepat dengan waktu yang lebih singkat.

"Kalau latihan dilakukan dengan intensitas tinggi dan waktu singkat lebih banyak yang terbakar justru protein, bukan lemak," jelasnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Nano Oerip, personal trainer mengatakan, makan makanan ringan sebelum melakukan olahraga lari benar dapat menambah energi. Namun perlu diperhatikan juga jenis makanan dan jeda waktu menyantapnya sebelum memulai lari.

"Kalau jenis makanannya membutuhkan proses cerna yang rumit seperti karbohidrat atau protein sebaiknya diberi jeda dua jam sebelum lari agar tidak menimbulkan kram perut," pungkasnya.

Editor : Asep Candra Penulis : Unoviana Kartika http://health.kompas.com/

Iklan Menurut Provinsi:

BALI
BANTEN
BENGKULU
DKI JAKARTA
GORONTALO
JAMBI
JAWA BARAT
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
KEPULAUAN RIAU
LAMPUNG
MALUKU
MALUKU UTARA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
PAPUA
RIAU
SULAWESI BARAT
SULAWESI SELATAN
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI TIMUR
SULAWESI UTARA
SUMATERA BARAT
SUMATERA SELATAN
SUMATERA UTARA
YOGYAKARTA

Iklan Menurut Kota:

AMBON
BALIKPAPAN
BANDA ACEH
BANDAR LAMPUNG
BANDUNG
BANGKA BELITUNG
BANGKO
BANJARMASIN
BANYUMAS
BANYUWANGI
BATAM
BEKASI
BENGKULU
BIMA
BOGOR
BOJONEGORO
BONE
BULUKUMBA
CIREBON
DENPASAR
DEPOK
DKI JAKARTA
DUMAI
GORONTALO
INDRAMAYU
JAKARTA
JAMBI
JAYAPURA
JEMBER
KAPUAS
KARAWANG
KEDIRI
KENDARI
KOTABUMI
KUDUS
KUPANG
LAMPUNG
LAMPUNG BARAT
LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG TENGAH
LUBUK LINGGAU
LUWUK
MADIUN
MADURA
MAGELANG
MAKASAR
MALANG
MAMUJU
MANADO
MATARAM
MEDAN
P. SIDEMPUAN
PADANG
PALANGKARAYA
PALEMBANG
PALOPO
PALU
PARE-PARE
PASURUAN
PEKALONGAN
PEKAN BARU
PEKANBARU
PEMATANG SIANTAR
PONTIANAK
PRABUMULIH
SAMARINDA
SAMPIT
SEMARANG
SERANG
SOLO
SORONG
SUBANG
SUKABUMI
SURABAYA
TANGERANG
TANGGAMUS
TARAKAN
TASIKMALAYA
TEGAL
TERNATE
TIMIKA
TULANG BAWANG
TULUNGAGUNG
YOGYAKARTA

BlackBerry Messenger